Tips Karir

Kabut Asap Mengganggu Jam Kerja, Bagaimana Mengatur Ulang Target Tanpa Merugikan Pekerja?

Mohamad Radja Maulana

Mohamad Radja Maulana

lokerjambi.co.id

11 October 2026
6 mnt baca
Manajer dan karyawan mendiskusikan penyesuaian target kerja di kantor saat kabut asap mengganggu aktivitas.

Hai sobat Lokerjambi.co.id 👋

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas pekerja. Kondisi udara yang buruk, jarak pandang yang terbatas, hingga meningkatnya keluhan seperti mata perih dan gangguan pernapasan dapat membuat aktivitas kerja menjadi lebih sulit.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan yang tetap harus menjalankan operasional. Di sisi lain, pekerja juga memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi target yang telah ditetapkan.

Persoalannya, bagaimana jika target kerja tetap sama ketika kondisi lingkungan justru membuat pekerjaan lebih berisiko atau membutuhkan waktu lebih lama?

Dalam situasi seperti ini, penyesuaian target perlu dilakukan secara terukur. Tujuannya bukan sekadar mengurangi beban kerja, melainkan menjaga agar operasional tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan merugikan pekerja.

1. Evaluasi Target Berdasarkan Kondisi Kerja, Bukan Sekadar Jam Operasional

Ketika kabut asap memburuk, tidak semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan kecepatan yang sama seperti biasanya. Pekerja lapangan, pengemudi, petugas kebersihan luar ruangan, dan pekerja konstruksi dapat menghadapi hambatan yang berbeda dibandingkan karyawan yang bekerja di dalam ruangan. Karena itu, perusahaan perlu mengevaluasi target berdasarkan jenis pekerjaan, tingkat paparan asap, kondisi lingkungan, dan risiko keselamatan yang dihadapi.

Misalnya, pekerjaan yang membutuhkan perjalanan antarlokasi mungkin memerlukan waktu lebih lama akibat jarak pandang yang menurun. Sementara itu, pekerjaan fisik di luar ruangan dapat membutuhkan pengaturan aktivitas yang lebih ketat ketika kualitas udara memburuk. Target tidak harus langsung diturunkan secara menyeluruh. Perusahaan dapat menentukan pekerjaan yang masih bisa berjalan normal, pekerjaan yang perlu disesuaikan, dan pekerjaan yang harus ditunda demi keselamatan. Dengan pendekatan ini, penilaian kinerja tidak hanya berpatokan pada jumlah pekerjaan yang selesai, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata saat pekerjaan dilakukan.

2. Prioritaskan Pekerjaan Penting dan Tunda yang Tidak Mendesak

Ketika kondisi udara memburuk, memaksakan seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal dapat meningkatkan tekanan terhadap pekerja. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menyusun ulang prioritas pekerjaan. Perusahaan dapat memisahkan tugas berdasarkan tingkat urgensi, dampak terhadap operasional, dan risiko apabila pekerjaan ditunda.

Sebagai contoh, pekerjaan administrasi yang tidak mendesak dapat dijadwalkan ulang. Tugas yang bisa dilakukan dari dalam ruangan dapat diprioritaskan ketika aktivitas luar ruangan berisiko lebih tinggi. Sementara itu, pekerjaan lapangan yang penting perlu dilaksanakan dengan pengendalian risiko yang sesuai. Untuk pekerjaan yang memang harus dilakukan di luar ruangan, perusahaan perlu mempertimbangkan kondisi kualitas udara, durasi paparan, kebutuhan alat pelindung, serta kemungkinan penundaan atau penghentian sementara.

Langkah ini membantu perusahaan menjaga pekerjaan yang benar-benar penting tetap berjalan tanpa memaksa seluruh tugas diselesaikan dalam kondisi yang sama.

3. Sesuaikan Target Output Tanpa Langsung Memotong Penghasilan

Salah satu kekhawatiran pekerja ketika target disesuaikan adalah kemungkinan berkurangnya penghasilan. Kekhawatiran ini terutama relevan bagi pekerja yang memiliki insentif berdasarkan jumlah pekerjaan, hasil produksi, atau pencapaian target tertentu.

Karena itu, penyesuaian target sebaiknya disertai komunikasi yang jelas mengenai dampaknya terhadap penilaian kinerja dan penghasilan. Misalnya, apabila target produksi harus diturunkan sementara karena risiko keselamatan, perusahaan dapat mengevaluasi indikator kinerja berdasarkan target yang telah disesuaikan. Pekerja tidak semestinya dinilai menggunakan target normal tanpa mempertimbangkan perubahan kondisi kerja yang berada di luar kendalinya. Perusahaan juga dapat meninjau kebijakan insentif, upah, dan evaluasi kinerja sesuai perjanjian kerja serta ketentuan yang berlaku. Penyesuaian target tidak boleh otomatis dijadikan alasan untuk memotong upah atau menghapus hak pekerja.

4. Atur Ulang Pembagian Tugas agar Risiko Tidak Menumpuk pada Pekerja Tertentu

Penyesuaian target tidak akan efektif jika beban pekerjaan hanya dialihkan kepada karyawan lain tanpa mempertimbangkan kemampuan dan keselamatan mereka. Sebagai contoh, ketika sebagian pekerjaan lapangan ditunda, perusahaan mungkin perlu mengatur ulang jadwal, membagi tugas administratif, atau memindahkan pekerjaan yang memungkinkan untuk dilakukan di lokasi yang lebih aman.

Namun, pembagian tugas perlu mempertimbangkan kompetensi, kapasitas kerja, dan tingkat paparan masing-masing pekerja. Jangan sampai satu kelompok karyawan harus bekerja lebih lama atau menanggung beban berlebihan hanya untuk mempertahankan angka produktivitas. Atasan juga perlu memastikan bahwa perubahan pembagian tugas disampaikan dengan jelas. Pekerja harus mengetahui pekerjaan mana yang menjadi prioritas, tugas mana yang ditunda, serta bagaimana hasil kerjanya akan dinilai selama kondisi kabut asap berlangsung.

Baca juga:
Saat Karhutla Mengganggu Operasional, Ini yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan

5. Gunakan Indikator Kinerja yang Lebih Fleksibel Selama Kondisi Darurat

Target kerja yang hanya berpatokan pada jumlah output belum tentu menggambarkan kinerja secara adil ketika kondisi lingkungan berubah secara signifikan. Dalam situasi kabut asap, perusahaan dapat mempertimbangkan indikator lain, seperti penyelesaian pekerjaan prioritas, kualitas hasil kerja, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta kemampuan menyelesaikan tugas tanpa meningkatkan risiko kecelakaan. Sebagai contoh, pengemudi tidak seharusnya didorong mengejar jumlah perjalanan dengan mengabaikan jarak pandang. Demikian pula, pekerja lapangan tidak seharusnya dipaksa mempertahankan kecepatan kerja normal apabila kondisi udara dan tingkat aktivitas meningkatkan risiko kesehatan.

Perusahaan dapat menetapkan target sementara, menentukan periode evaluasi, dan meninjau kembali kebijakan ketika kualitas udara membaik.

6. Libatkan Pekerja dalam Menentukan Penyesuaian Target

Atasan mungkin memahami target operasional, tetapi pekerja biasanya mengetahui hambatan yang mereka hadapi secara langsung di lapangan.

Karena itu, komunikasi dua arah penting dilakukan sebelum perusahaan menetapkan perubahan target. Pekerja dapat menyampaikan kendala yang muncul, seperti meningkatnya waktu perjalanan, keterbatasan penggunaan alat pelindung, gangguan penglihatan, atau kesulitan menjalankan tugas dalam kondisi udara buruk. Informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan penyesuaian yang tepat. Perusahaan juga perlu menyediakan mekanisme pelaporan apabila kondisi di lapangan menjadi lebih berbahaya. Pekerja harus mengetahui kepada siapa mereka dapat melaporkan masalah dan bagaimana laporan tersebut akan ditindaklanjuti.

Dengan melibatkan pekerja, penyesuaian target tidak hanya menjadi keputusan sepihak, tetapi juga langkah bersama untuk menjaga keselamatan dan keberlangsungan pekerjaan.

Kabut asap dapat menimbulkan tantangan bagi perusahaan dalam menjaga produktivitas, terutama ketika pekerjaan tetap harus berjalan di tengah kondisi lingkungan yang tidak ideal. Namun, mempertahankan target normal tanpa mempertimbangkan risiko dan hambatan kerja bukanlah satu-satunya pilihan.

Perusahaan dapat mengevaluasi target berdasarkan kondisi lapangan, memprioritaskan pekerjaan penting, meninjau kebijakan insentif, membagi tugas secara proporsional, serta menggunakan indikator kinerja yang lebih realistis. Yang tidak kalah penting, pekerja perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan mendapatkan perlindungan yang memadai selama kabut asap berlangsung.

Tetap ikuti informasi seputar dunia kerja dan tips karier lainnya bersama Lokerjambi, Cepat, Mudah, dan Terpercaya.

Jangan lupa ikuti media sosial kami untuk mendapatkan informasi terupdate mengenai loker jambi
Instagram -> Link
lokerjambiupdate
Instagram-> Link
LokerjambiToday
Threads-> Link
Lokerjambiupdate
Saluran Whatsapp -> Link
Lokerjambi.co.id
grub Whatsapp lokerjambi -> Link
lokerjambi (info grub loker)
linkedin -> Link
Loker Jambi

Untuk informasi mengenai tips kerja lainnya, pantau terus blog kami di ->
Blog Lokerjambi

Lokerjambi.co.id Lokerjambitoday Lokerjambiupdate Keputusanperusahaan Perusahaanbesar Karhutla
Mohamad Radja Maulana

Mohamad Radja Maulana

Kami berdedikasi untuk memberikan informasi lowongan kerja terbaru dan akurat di Provinsi Jambi, serta tips karir yang relevan untuk membantu Anda mencapai kesuksesan.

Lihat artikel lainnya →
Pelamar kerja berpengalaman menghadapi recruiter saat membahas risiko overqualified yang bisa membuat lamaran ditolak.
Tips Karir

Overqualified Bisa Bikin Lamaran Ditolak

Punya pengalaman kerja yang panjang, pendidikan tinggi, atau kemampuan di atas kebutuhan posisi tidak selalu membuat peluang diterima semakin besar. Dalam beberapa kasus, kandidat justru bisa dianggap overqualified karena perusahaan menilai kualifikasinya terlalu tinggi untuk posisi yang tersedia. Kondisi ini dapat membuat recruiter khawatir kandidat cepat bosan, memiliki ekspektasi gaji lebih tinggi, atau tidak bertahan lama karena menunggu kesempatan yang lebih sesuai. Perbedaan antara jabata

HRD memegang dokumen ijazah saat membahas penahanan ijazah oleh perusahaan
Tips Karir

Ijazah Ditahan Perusahaan, Kenali Risikonya

Mengenal risiko ijazah ditahan perusahaan, aturan ketenagakerjaan yang berlaku, serta langkah yang bisa dilakukan pekerja untuk melindungi hak dan dokumen pribadinya.

Ilustrasi pencari kerja membandingkan proses rekrutmen resmi dan palsu melalui laptop dan smartphone untuk menghindari penipuan lowongan kerja.
Tips Karir

Memahami Perbedaan Proses Rekrutmen Resmi dan Rekrutmen Palsu

Tidak semua lowongan kerja yang terlihat profesional dapat dipastikan keasliannya. Kenali perbedaan proses rekrutmen resmi dan palsu agar terhindar dari penipuan, penyalahgunaan data pribadi, serta kerugian finansial saat mencari pekerjaan.