Pilihan Editor

Diminta Bayar Setelah Dipanggil HRD? Jangan Langsung Transfer

Mohamad Radja Maulana

Mohamad Radja Maulana

lokerjambi.co.id

17 September 2026
4 mnt baca
Pencari kerja menerima pesan WhatsApp dari HRD palsu yang meminta transfer uang dalam proses rekrutmen.

Hai sobat Lokerjambi!

Mendapat pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai HRD tentu bisa membuat pencari kerja merasa senang, terlebih setelah cukup lama mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan. Namun, rasa senang tersebut jangan sampai membuat kita terburu-buru mengikuti setiap instruksi yang diberikan. Modus penipuan lowongan kerja sering dibuat terlihat meyakinkan dengan mencatut nama perusahaan, menggunakan foto profil profesional, mengirim surat panggilan, hingga mengetahui posisi yang sedang kita cari. Kecurigaan perlu muncul ketika proses tersebut mulai disertai permintaan uang untuk biaya administrasi, pelatihan, seragam, tiket perjalanan, akomodasi, atau alasan lainnya. Kemnaker sendiri mengingatkan bahwa permintaan biaya dalam proses rekrutmen merupakan salah satu tanda utama lowongan kerja yang patut dicurigai.

1. Jangan Langsung Transfer Walaupun Alasannya Terlihat Masuk Akal

Penipu dapat memberikan berbagai alasan agar calon korban bersedia membayar, mulai dari biaya administrasi, pengadaan seragam, pelatihan, medical check-up, tiket perjalanan hingga uang jaminan yang dijanjikan akan dikembalikan setelah bekerja. Jangan langsung melakukan pembayaran hanya karena pesan tersebut menggunakan nama atau logo perusahaan terkenal. Kemnaker mengingatkan pencari kerja untuk menghindari pemberian uang dalam proses rekrutmen dan melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap perusahaan yang menghubungi.

Jika diminta mengirim uang, hentikan proses sementara dan jangan biarkan alasan seperti “harus dibayar hari ini” membuat kamu terburu-buru.

2. Cek HRD dan Informasi Lowongan Melalui Kanal Resmi Perusahaan

Nomor WhatsApp yang menggunakan foto, nama, dan logo perusahaan belum membuktikan bahwa orang tersebut benar-benar bekerja sebagai HRD. Cari kembali lowongan yang kamu lamar melalui website perusahaan, akun media sosial resmi, atau kanal rekrutmen resmi mereka. Bila perlu, hubungi perusahaan melalui kontak yang tercantum pada situs resminya untuk memastikan apakah nama recruiter, posisi, dan jadwal rekrutmen tersebut benar. Pemerintah juga menyarankan pencari kerja melakukan verifikasi melalui website atau media sosial resmi perusahaan sebelum mempercayai informasi lowongan.

Jangan menggunakan nomor telepon atau tautan verifikasi yang diberikan oleh orang yang sedang kamu curigai. Cari sendiri kontak resmi perusahaan.

3. Jangan Sembarangan Memberikan Data Pribadi

Selain meminta uang, lowongan palsu juga dapat digunakan untuk mendapatkan informasi pribadi calon korban. Karena itu, berhati-hatilah apabila seseorang meminta foto KTP, nomor rekening, informasi kartu perbankan, kode OTP, PIN, atau data sensitif lainnya padahal identitas perusahaan dan proses rekrutmennya belum dapat dipastikan. Kasus lowongan palsu bahkan dapat dibuat menyerupai proses pendaftaran perusahaan sungguhan untuk membuat calon pelamar percaya dan menyerahkan informasi pribadi mereka.

CV memang berisi informasi pribadi, tetapi jangan memberikan data tambahan yang tidak relevan dengan proses rekrutmen sebelum perusahaan benar-benar terverifikasi.

4. Simpan Bukti dan Segera Laporkan Jika Terindikasi Penipuan

Jika percakapan mulai mencurigakan, jangan langsung menghapus chat. Simpan screenshot percakapan, nomor WhatsApp, nama yang digunakan, surat panggilan, tautan, serta nomor rekening apabila pelaku sempat memberikan instruksi pembayaran. Indikasi lowongan palsu dapat dilaporkan melalui layanan Lapor Loker Pasker ID Kemnaker yang menerima informasi seperti nomor kontak, platform, tautan, dan bukti pendukung. Jika kamu sudah terlanjur mengirim uang, segera hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran yang digunakan dan laporkan transaksi tersebut melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) serta kepolisian agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Simpan bukti sebelum memblokir nomor pelaku karena percakapan dan bukti transaksi dapat dibutuhkan ketika membuat laporan.

Panggilan kerja melalui WhatsApp tidak selalu berarti penipuan karena beberapa perusahaan memang menggunakan platform tersebut untuk berkomunikasi dengan kandidat. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana proses rekrutmen dilakukan dan apakah informasi yang diberikan dapat diverifikasi. Ketika seseorang mengaku sebagai HRD tetapi mulai mendesak untuk mentransfer uang, memberikan data sensitif, atau mengikuti proses yang tidak jelas, hentikan sejenak komunikasi dan lakukan pengecekan. Kesempatan kerja yang baik seharusnya tidak membuat calon pekerja mempertaruhkan uang dan keamanan data hanya untuk mendapatkan kesempatan mengikuti proses seleksi.

Tetap ikuti informasi seputar dunia kerja dan tips karier lainnya bersama Lokerjambi, Cepat, Mudah, dan Terpercaya.

Jangan lupa ikuti media sosial kami untuk mendapatkan informasi terupdate mengenai loker jambi
Instagram -> Link
lokerjambiupdate
Instagram-> Link
LokerjambiToday
Threads-> Link
Lokerjambiupdate
Saluran Whatsapp -> Link
Lokerjambi.co.id
grub Whatsapp lokerjambi -> Link
lokerjambi (info grub loker)
linkedin -> Link
Loker Jambi

Untuk informasi mengenai tips kerja lainnya, pantau terus blog kami di ->
Blog Lokerjambi

Infolokerjambi Lokerjambitoday Lokerjambiupdate Antiscam Scamlowongankerja
Mohamad Radja Maulana

Mohamad Radja Maulana

Kami berdedikasi untuk memberikan informasi lowongan kerja terbaru dan akurat di Provinsi Jambi, serta tips karir yang relevan untuk membantu Anda mencapai kesuksesan.

Lihat artikel lainnya →
Ilustrasi pencari kerja memeriksa website lowongan pekerjaan untuk menghindari modus penipuan rekrutmen palsu.
Pilihan Editor

Modus Penipuan Loker Admin Kuota Isi Ulang

Memiliki website bukan berarti sebuah lowongan pekerjaan sudah pasti resmi dan terpercaya. Kenali modus penipuan rekrutmen yang memanfaatkan website untuk meyakinkan pelamar, mulai dari permintaan saldo pendaftaran hingga pembayaran tambahan. Jangan mudah terkecoh dan jangan pernah mentransfer uang kepada HRD sebagai syarat mendapatkan pekerjaan.

Karyawan kantor merasa tersisih dan tidak dilibatkan dalam diskusi bersama rekan kerja
Pilihan Editor

Mengenal Quiet Firing, Ketika Karyawan Merasa Perlahan Disingkirkan

Quiet firing merupakan fenomena di dunia kerja ketika karyawan merasa perlahan disingkirkan tanpa adanya pemecatan secara langsung. Kenali pengertian, tanda-tanda, serta cara menghadapi quiet firing agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan tetap profesional di lingkungan kerja.