Pilihan Editor

Mengenal Quiet Firing, Ketika Karyawan Merasa Perlahan Disingkirkan

Mohamad Radja Maulana

Mohamad Radja Maulana

lokerjambi.co.id

17 October 2026
3 mnt baca
Karyawan kantor merasa tersisih dan tidak dilibatkan dalam diskusi bersama rekan kerja

Halo, Sobat Lokerjambi!

Pernahkah kamu merasa bahwa perlakuan di tempat kerja mulai berubah, seperti semakin jarang dilibatkan dalam pekerjaan penting, kurang mendapatkan arahan dari atasan, atau merasa keberadaanmu tidak lagi diperhatikan? Situasi seperti ini tentu dapat menimbulkan kebingungan, terutama ketika tidak ada penjelasan mengenai perubahan tersebut. Dalam dunia kerja, terdapat istilah quiet firing yang menggambarkan kondisi ketika karyawan secara perlahan dibuat merasa tersisih hingga akhirnya terdorong untuk mengundurkan diri.

1. Mengenal Quiet Firing dan Tanda-Tandanya

Quiet firing merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan perusahaan atau atasan yang secara tidak langsung mendorong karyawan meninggalkan pekerjaannya tanpa melalui proses pemutusan hubungan kerja secara terbuka. Kondisi ini dapat terjadi ketika karyawan mulai kehilangan tanggung jawab penting, tidak lagi dilibatkan dalam pengambilan keputusan, atau terus-menerus diabaikan dalam kesempatan pengembangan karier. Berbeda dengan pemecatan secara langsung, quiet firing cenderung berlangsung secara bertahap sehingga karyawan mungkin tidak segera menyadari perubahan perlakuan yang dialaminya.

Beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain berkurangnya komunikasi dengan atasan, pemberian tugas yang tidak sesuai dengan tanggung jawab sebelumnya, hingga tidak adanya umpan balik terhadap hasil pekerjaan. Dalam situasi tertentu, karyawan juga dapat mengalami pembatasan kesempatan promosi atau mendapatkan beban pekerjaan yang tidak wajar tanpa dukungan memadai. Namun, perubahan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya quiet firing karena dapat pula disebabkan oleh restrukturisasi perusahaan, perubahan kebutuhan pekerjaan, atau masalah komunikasi internal.

Jangan langsung menyimpulkan bahwa perubahan perlakuan di tempat kerja merupakan quiet firing tanpa memahami alasan dan situasi yang sebenarnya.

2. Menghadapi Quiet Firing dengan Sikap Profesional

Ketika mulai merasakan tanda-tanda quiet firing, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi situasi pekerjaan secara objektif. Perhatikan apakah perubahan tersebut terjadi secara berulang, hanya dialami oleh diri sendiri, atau juga memengaruhi karyawan lainnya. Karyawan juga dapat mencatat perubahan tanggung jawab, hasil pekerjaan, serta komunikasi dengan atasan sebagai bahan evaluasi sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Komunikasi secara langsung dengan atasan menjadi langkah penting untuk memperoleh kejelasan mengenai tanggung jawab, penilaian kinerja, dan peluang pengembangan karier. Apabila kondisi tidak menunjukkan perbaikan, karyawan dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan bagian HR, mempelajari ketentuan perusahaan, atau mulai mempersiapkan peluang karier lainnya. Keputusan untuk mengundurkan diri sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru, melainkan berdasarkan pertimbangan terhadap kondisi pekerjaan, hak karyawan, dan kesiapan finansial.

Tetap dokumentasikan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan utamakan komunikasi profesional sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Quiet firing menjadi salah satu fenomena dunia kerja yang penting untuk dipahami karena tidak semua bentuk tekanan atau pengucilan terhadap karyawan dilakukan secara terang-terangan. Meskipun demikian, tidak setiap perubahan sikap atasan maupun kebijakan perusahaan dapat langsung dikategorikan sebagai quiet firing. Dengan memahami tanda-tandanya, menjaga komunikasi, dan mengevaluasi situasi secara objektif, karyawan dapat menentukan langkah yang lebih tepat dalam menghadapi persoalan di lingkungan kerja. Ingat, lingkungan kerja yang sehat bukan hanya memberikan tanggung jawab, tetapi juga menyediakan komunikasi yang jelas, penilaian yang adil, serta kesempatan bagi karyawan untuk berkembang.

Tetap ikuti informasi seputar dunia kerja dan tips karier lainnya bersama Lokerjambi, Cepat, Mudah, dan Terpercaya.

Jangan lupa ikuti media sosial kami untuk mendapatkan informasi terupdate mengenai loker jambi
Instagram -> Link
lokerjambiupdate
Instagram-> Link
LokerjambiToday
Threads-> Link
Lokerjambiupdate
Saluran Whatsapp -> Link
Lokerjambi.co.id
grub Whatsapp lokerjambi -> Link
lokerjambi (info grub loker)
linkedin -> Link
Loker Jambi

Untuk informasi mengenai tips kerja lainnya, pantau terus blog kami di ->
Blog Lokerjambi

Lokerjambi.co.id Lokerjambitoday Lokerjambiupdate QuiteFiring PersainganKerja
Mohamad Radja Maulana

Mohamad Radja Maulana

Kami berdedikasi untuk memberikan informasi lowongan kerja terbaru dan akurat di Provinsi Jambi, serta tips karir yang relevan untuk membantu Anda mencapai kesuksesan.

Lihat artikel lainnya →
Ilustrasi pencari kerja memeriksa website lowongan pekerjaan untuk menghindari modus penipuan rekrutmen palsu.
Pilihan Editor

Modus Penipuan Loker Admin Kuota Isi Ulang

Memiliki website bukan berarti sebuah lowongan pekerjaan sudah pasti resmi dan terpercaya. Kenali modus penipuan rekrutmen yang memanfaatkan website untuk meyakinkan pelamar, mulai dari permintaan saldo pendaftaran hingga pembayaran tambahan. Jangan mudah terkecoh dan jangan pernah mentransfer uang kepada HRD sebagai syarat mendapatkan pekerjaan.

Perbandingan bekerja di perusahaan besar dan perusahaan kecil berdasarkan sistem kerja, jenjang karier, fleksibilitas, dan kesempatan berkembang
Pilihan Editor

Bekerja di Perusahaan Besar atau Perusahaan Kecil, Apa Perbedaannya?

Bekerja di perusahaan besar maupun perusahaan kecil memiliki pengalaman dan keuntungan yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan keduanya dari sisi sistem kerja, jenjang karier, fasilitas, fleksibilitas, komunikasi, hingga kesempatan untuk berkembang agar pencari kerja dapat lebih memahami lingkungan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kariernya.